Dari Puntung Rokok, Pemuda Di Lamongan Ini Kreasikan Lukisan Garudaku

  • Whatsapp

Lamongan – Puntung rokok tak selamanya menjadi barang terbuang. Seperti dilakukan oleh warga Lamongan ini, ia membuat puntung rokok menjadi sesuatu yang bernilai seni, yaitu menjadikannya bahan dasar lukisan, Garuda Pancasila.

Adalah M. Ghufron Rosyadi Husaini (25), pemuda asal Dusun Podo, Desa/Kecamatan Glagah yang berkreasi membuat lukisan dari puntung rokok. Ghufron mengkreasikan ribuan puntung rokok yang terbuang sia-sia itu menjadi lukisan lambang negara, Garuda Pancasila. “Awal membuat lambang negara dengan ribuan puntung batang rokok karena selama ini banyak sampah berbahaya seperti puntung rokok ini belum ada daur ulangnya,” kata Ghufron dalam perbincangannya dengan wartawan, Kamis (15/8/2019).

Read More

Ghufron menuturkan, banyak orang yang menganggap putung hanya sampah tak berguna dan terbuang percuma. Sehingga, iapun berpikir bagaimana puntung rokok yang terbuang ini bisa dijadikan sesuatu yang bermanfaat. “Lewat karya ini saya mencoba membuat eksperimen untuk menjadikan puntung rokok sebagai media dasar bahan keterampilan seni,” ujar Ghufron yang juga seorang guru seni ini.

Ghufron juga sengaja membuat kreasi bertemakan Hari Kemerdekaan karena ia juga ingin turut berbahagia atas nikmat kemerdekaan yang sudah dicapai Indonesia hingga saat ini. Ghufron juga berpesan kepada kaum muda untuk terus berkarya untuk bangsa. “Saya menciptakan suatu karya yang berbeda, tidak hanya keindahanya tapi terselip pesan, terutama untuk memotivasi bagi kaum muda generasi bangsa agar lebih bisa berkarya,” jelasnya.

Ghufron mengakui, meski ia bukan seorang perokok namun ia ingin menikmati rokok dengan caranya sendiri. Ghufron menjelaskan, proses pembuatan karya garuda Pancasila dari puntung rokok ini cukup sederhana. Pertama, lanjut Ghufron, ia mengumpulkan bahan berupa puntung rokok dari warung kopi yang banyak berjajar di sekililingnya. “Puntung rokok yang sudah dikumpulkan tadi kemudian kita cuci bersih dengan air dan dikeringkan dengan cara dijemur selama 1 hari hingga kering,” paparnya.

Sembari menunggu puntung rokok kering, lanjut Ghufron, disiapkan kanvas yang biasa dipakai untuk melukis atau juga bisa menggunakan papan tripleks sesuai dengan ukuran dan pola yang diinginkan. Pula, kata Ghufron, siapkan lem secukupnya untuk menempelkan puntung rokok di media lukis kanvas atau papan tripleks tadi. “Jangan lupa, kita juga buat pola di kanvas untuk kemudian kita tempelkan puntung rokok sesuai pola yang diinginkan,” terang Ghufron.

Agar lebih awet dan tahan lama, Ghufron menyarankan agar lukisan yang sudah jadi tadi dikeringkan selama 1 hari dan dioles pernis. Setelah proses pengeringan selama 1 hari ini, lukisan dari puntung rokok inipun diberi pigura agar semakin cantik.

Selain telah berkreasi dengan lukisan Garuda Pancasila yang ia namai Garudaku itu, Ghufron juga telah membuat lukisan yang ia beri judul Merajut Asap. Ghufron sebelumnya juga kerap bereksperimen dengan media lain seperti bambu dan juga ampas kopi.

Related posts