Jelang Pilkades Massal, Polisi Lakukan Pemetaan Potensi

  • Whatsapp

Lamongan – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) massal di Lamongan pada 15 September mendatang, polisi telah melakukan pemetaan terhadap desa-desa yang berpotensi terjadi konflik.

Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung mengatakan, untuk pemetaan atau mapping wilayah konflik ini pihaknya sudah menentukan beberapa indikator diantaranya adalah bagaimana sejarah pilkades yang ada di desa tersebut kemudian rivalitas antar calon kadesnya. Selain itu, kata Feby, adanya calon kades incumbent juga menjadi hal yang juga patut untuk dipetakan. “Dari tiga indikator itu juga ada hal-hal lain yang juga patut untuk kita waspadai, yaitu perjudian sehingga kita membentuk satgas anti judi yang leading sektornya dari satreskrim dengan melibatkan masyarakat untuk memberikan informasi ke kita,” tandasnya.

Selain melakukan pemetaan, lanjut Feby, pihaknya juga berupaya melakukan sejumlah tindakan pencegahan dengan mengajak para kandidat yang maju dalam Pilkades bersama kepolisian dan masyarakat lainnya untuk mendeklarasikan pilkades yang damai dan aman. Pihaknya, lanjut Feby, juga mendorong pemerintah untuk mengumpulkan para calon kades untuk ikrar dan deklarasi pilkades damai. “Kami kemarin sudah berbicara dengan pak bupati dan responnya positif. Mungkin setelah 17 agustus ini Pemkab yang akan memfasilitasi deklarasi pilkades damai ini,” terangnya.

Read More

Sementara, Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat membenarkan kalau pihaknya selaku leading sektor Satgas Anti Judi Pilkades sudah melakukan pemetaan terhadap orang-orang yang patut dicurigai. “Tim anti judi mewaspadai tidak hanya pelaku judi pilkades dari dalam kota Lamongan saja, tapi juga pelaku-pelaku dari luar kota,” jelasnya.

Sementara, Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Kabupaten Lamongan, Abdul Khowi mengatakan, selain ada 50 pasangan suami istri yang maju dalam Pilkades massal, ada sebanyak 18 pasangan yang masih ada hubungan keluarga. “Dari 18 pasangan ini ada yang berstatus adik kakak dan ayah anak,” ungkap Khowi seraya menambahkan kalau majunya salah satu keluarga ini bisa menurunkan tingkat kerawanan di desa yang menggelar Pilkades.

Related posts