Kekeringan, BPBD Suplai 400 Unit Tangki Air Bersih

  • Whatsapp

Lamongan – Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan sudah menyalurkan setidaknya lebih dari 400 unit tangki air bersih ke langsung ke warga yang membutuhkan. Sebanyak 400 tangki air bersih ini disuplai ke puluhan desa terhitung sejak Juli hingga September 2019.

Kepala BPBD Lamongan yang juga Sekretaris Kabupaten Lamongan, Yuhronur Efendi mengatakan, sampai hari ini sudah sebanyak 400 unit tangki air bersih yang disuplai ke puluhan desa, terhitung sejak Juli hingga September 2019. Air yang dikirim ke warga ini tanpa dibebani biaya sepeserpun. “BPBD kami pastikan akan tetap siaga membantu warga yang mengalami krisis air bersih,” kata Yuhronur Efendy.

Dikatakan oleh Yuhronur, dari data yang sudah diinventarisir oleh BPBD Lamongan dan berpotensi kekeringan pada setiap musim kemarau menunjukkan ada sebanyak 79 desa yang tersebar di 16 kecamatan di Lamongan yang masuk dalam kategori rawan kekeringan. Enam belas kecamatan tersebut, terang Yuhronur, diantaranya adalah Kecamatan Lamongan, Tikung, Sugio, Mantup, Kembangbahu, Sukodadi, Sarirejo, Modo, Bluluk, Sukorame, Kedungpring, Sambeng, Glagah, Babat, Brondong dan Karangbinangun. “Ke 79 desa kategori rawan kekeringan ini tetap menjadi perhatian dari pemerintah daerah,” jelas Yuhronur seraya mengungkapkan kalau selama ini mereka hanya mengandalkan air yang ada di embung sementara sejumlah embung yang ada saat ini sudah kering kerontang.

BPBD dan sejumlah lembaga, menurut Yuhronur, sudah mulai melakukan droping air ke beberapa desa sesuai permohonan yang diajukan namun masih belum meluas ke desa – desa yang mengalami krisis air bersih. Yuhronur menambahkan, permintaan suplai air bersih dari sejumlah desa atau kecamatan yang masuk dearah rawan kekeringan juga terus mengalir. “Tim kami menyiapkan bantuan droping air bersih full time selama 1 x 24 jam,” ungkapnya.

Pihaknya, tandas Yuhronur, sudah menghimbau pada para kades agar tanggap mengajukan permintaan pengiriman air bersih jika memang sudah dibutuhkan. BPBD, aku Yuhronur, siaga 24 nonstop dengan 5 unit armada tangki untuk menyuplai air jika ada permintaan dari warga melalui kades dan camat. “BPBD tetap melakukan survey lapangan, utamanya di titik embung yang ada di wilayah kekeringan itu.
Dari perkiraan BPBD, air yang ada di sejumlah embung itu tidak bertahan lama, lantaran selama musim penghujan tidak terisi penuh,” pungkasnya.

Related posts