Kemendikbud Tunjuk Unisla Menjadi Salah Satu Penyelenggara Diklat Kepala Sekolah

  • Whatsapp

Lamongan -Silimedia.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menunjuk 150 perguruan tinggi negeri maupun swasta sebagai penyelenggara Pendidikan dan Latihan (Diklat) kepala sekolah, salah satunya adalah Universitas Islam Lamongan (Unisla).

“Dari 363 perguruan tinggi swasta di Jawa Timur, hanya ada 26 perguruan tinggi yang dipercaya oleh kemendikbud untuk menjadi penyelenggara Diklat kepala sekolah ini,” kata Bambang Eko Muljono, Rektor Unisla, Jum’at (2/8/2019).

Read More

Menurut Bambang, Unisla terpilih sebagai salah satu penyelenggara Diklat kepala sekolah, memenuhi berbagai persyaratan yang ditentukan oleh Kemendikbud. Diantaranya adalah track record Unisla selama menjalankan proses pendidikan, akreditasi setiap prodi serta sarana prasarana.

“Kalau akreditasinya itu lebih dari 25 persennya C, maka kira-kira tidak akan mendapat penunjukan. Dan Unisla 90 persen prodi akreditasinya B, kecuali prodi yang baru. Selain itu juga sarana prasarana, jadi kemarin itu sudah disurvei dan dinilai layak. Kita punya asrama, kemudian tenpat pelatihan juga disurvei, minimal 5 kelas yang representatif standar Kemendikbud, dan juga sarana kesehatan. Alhamdulillah semuanya terpenuhi,” ujarnya.

Diklat kepala sekolah yang diselenggarakan Unisla akan diikuti sebanyak 583 kepala sekolah yang berasal dari Kabupaten Gresik. Kepala sekolah dinyatakan lulus Diklat akan mendapatkan nomor unik kepala sekolah (NUKS), sebagai bukti bahwa kepalah sekolah telah memiliki standar yang jelas.

“Pelaksanaan Diklat akan dibagi dalam 3 gelombang. Setiap gelombang dilaksanakan selama 7 hari dengan jumlah 200 peserta yang dibagi menjadi 5 kelas, jadi masing-masing kelas 40 peserta,” tuturnya.

Pembagian kelas tersebut sesuai dengan jumlah tentor atau pengajar yang akan ditugaskan dalam Diklat kepala sekolah yang diselenggarakan di Unisla.

“Tentornya ini sudah ditentukan oleh Kemendikbud, yaitu dosen Unisla yang sudah melalui proses Training of Trainer (TOT) oleh Kemendikbud,” ucap Bambang.

Lebih Lanjut Bambang mengatakan, Unisla tidak hanya menjadi penyelenggara Diklat kepala sekolah, namun juga diberikan kewenangan oleh Kemendikbud untuk menentukan lulus atau tidaknya peserta Diklat. “Kita juga diberikan tanggung jawab bahwa kita berhak mengeluarkan penilaian lulus atau tidaknya,” tutur Bambang. (*)

Related posts