Melawan, Residivis Ini Peroleh Hadiah Timah Panas

  • Whatsapp

Lamongan – Seorang residivis alap-alap motor berhasil diamankan petugas kepolisian. Apesnya, sang residivis ini diamankan petugas ketika melakukan aksinya di sebuah desa di Lamongan. Sang residivis pun harus merasakan perihnya peluru karena melawan saat akan diamankan polisi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sang residivis apes yang kini terpaksa harus meringkuk di sel tahanan Mapolres Lamongan itu adalah Sukarno (46) warga Kecamatan Balen, Bojonegoro. Sukarno diamankan ketika menggondol motor di halaman rumah milik Satibi, warga Dusun Kambangan, Desa Lamongrejo, Kecamatan Ngimbang. “Korban saat itu memarkir motornya, yaitu Honda Beat warna hitam dengan nopol S 5554 LR di halaman rumah, setelah itu korban bersama istrinya pulang namun motornya sudah tindak ada berada di tempat,” kata Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat pada wartawan di Mapolres Lamongan, Senin (23/9/2019).

Read More

Mendapati motornya tak ada di tempat, lanjut Norman, korban kemudian berusaha melakukan pencarian dan melapor ke petugas kepolisian yang ada di Mapolsek Ngimbang. Berbekal laporan ini, terang Norman, polisi kemudian langsung melakukan pencarian. “Polisi berhasil menemukan motor sesuai ciri-ciri yang disebutkan oleh korban tak jauh dari desa korban dan langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka,” tandasnya.

Bukannya menyerah karena telah melakukan tindakan pencurian, terang Norman, Sukarno malah berusaha melarikan diri saat akan ditangkap oleh petugas. “Tersangka berusaha melarikan diri sehingga dilakukan tindakan tegas terukur,” tegasnya.

Dari hasil pengembangan, kata Norman, diketahui kalau pelaku sebelumnya pernah melakukan perbuatan yang sama di beberapa TKP baik di wilayah Lamongan maupun Tuban. Pelaku, tandas Norman, adalah seorang residivis untuk kasus yang sama. Saat diamankan, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya 1 unit motor hasil kejahatan, 1 buah Kunci T dan 1 lembar STNK kendaraan roda dua. “Pelaku akan kami kenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan,” tegas Norman seraya meminta masyarakat untuk melapor jika dirasa pernah mengalami hal yang sama.

Related posts