Silaturahmi dengan Muhammadiyah,  PDIP Buka Momen Bersejarah 

  • Whatsapp
Lamongan – PDIP Lamongan meneruskan safari politiknya. Setelah bertemu dengan PCNU Lamongan, hari ini giliran PD Muhammadiyah menerima kunjungan dari pengurus DPC PDIP Lamongan.
Pertemuan para pengurus DPC PDIP dengan jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan Jawa Timur menjadi momen bersejarah. Sebab, baru kali ini PD Muhammadiyah Lamongan dalam sejarahnya kedatangan partai politik secara resmi di Kantor PD Muhammadiyah Lamongan, Jalan Lamongrejo, Sabtu (28/9/2019). Pertemuan para pengurus dan anggota DPRD dari FPDIP ditemui semua unsur dari PD Muhammadiyah Lamongan. “Bung Karno adalah warga Muhammadiyah, sampai beliau (Soekarno) mengatakan, kalau saya (Soekarno, red) ada kesalahan jangan pernah dicoret dari anggota Muhammadiyah. Bahkan, Bung Karno berpesan pada keluarga semasa hidupnya, saat ia meninggal minta ditutupi dengan bendera Muhammadiyah,” ungkap Wakil Sekretaris PD Muhammadiyah Lamongan, Ghufron membuka pertemuan silaturahmi ini yang mengurai  sedikit sejarah kedekatan pendiri bangsa dan juga Presiden pertama, Soekarno dengan Muhammadiyah.
Ketua Majelis  Hukum dan HAM yang juga  membidangi ekonomi, Munthib Sukandar menambahkan, asal bersama berjalan dalam kebaikan maka akan bisa berjalan bersama dengan Muhammadiyah. Menurutnya, baru pertama kali PD Muhammadiyah menerima kunjungan partai politik. Muhammadiyah  sebagai organisasi, secara organisatoris menjaga jarak dengan parpol. “Semoga bisa melayani dengan baik,” katanya.
Sementara Ketua PD Muhammadiyah  Lamongan, Shodikin mengungkapkan, melalui silaturahmi seperti saat ini, maka akan muncul kasih sayang, saling mengenal dan akan mencari hal-hal yang bermanfaat. Sepantasnya, kata Shodikin, PD Muhammadiyah Lamongan mengapresiasi PDIP sebagai  partai modern untuk bisa bersinergi. “Kalau sering ketemu enak, PDIP bisa bersinergitas dengan Muhammadiyah,” kata Shodikin.
Sementara, ketua DPC PDIP Lamongan, Sa’im mengungkapkan, kedatangannya bersama pengurus ini untuk silaturahmi dan tidak ada niat aneh-aneh. Sebab, kata Saim, ia merasa sejak 2000 hingga  2019 ada yang kurang, dan silaturahim seperti belum pernah dilakukan. “
“Nolong beri masukan. Kalau PDI P tidak lurus, tolong diingatkan. Jangan dibiarkan, kami perlu binaan,” katanya.
Masukan dari Muhammadiyah, lanjut Saim, agar bisa berkelanjutan dan tidak putus hanya hari ini saja. Termasuk, tandas Saim, menjelang Pilkada, Muhammadiyah bisa memberi masukan. “Sebelum PDIP mengambil keputusan, selalu minta petunjuk para ulama dan untuk terus ditindaklanjuti membahas apa yang terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya.
Untuk diketahui, sejak kemarin PDIP Lamongan menggelar silaturahmi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat serta ormas. Sebelum, PDIP Lamongan menggelar silaturahmi dengan PCNU Lamongan dan silaturahmi serupa juga akan terus dilanjutkan dengan ormas lain.

Related posts