Tukang Las Ini Kreasikan Bahan Bekas Jadi Miniatur Motor

  • Whatsapp

Lamongan – Barang bekas tak selamanya tak berguna. Di tangan warga Lamongan ini, barang bekas pun bisa disulap menjadi barang yang punya nilai lebih. Ya, barang-barang bekas, terurama besi tua disulap menjadi sebuah miniatur sepeda motor nan cantik dan bernilai jual.

Adalah Ngatmuin (42 ) warga Desa Lembor, Kecamatan Brondong yang mengkreasikan barang-barang bekas yang biasanya dirongkokkan itu menjadi sebuah karya seni berupa miniatur sepeda motor. “Sebelum saya gunakan untuk kerajinan, beberapa bahan bekas tersebut dulunya saya kumpulkan untuk kemudian saya jual ke rongsokan. Dari menjual rongsokan ini paling saya dapat uang puluhan ribu,” kata Ngatmuin memulai perbincangan sambil menunjuk sejumlah barang rongsokan yang ada di rumahnya yang sekaligus menjadi bengkel las tersebut.
Lama kelamaan, kata Ngatmuin, barang rongsokan tersebut semakin menumpuk di rumah. Karena beberapa bahan bekas besi tua tersebut, adalah sisa saat pengerjaan las setiap hari di bengkelnya. “Saya mendapatkan ide membuat miniatur motor ini pada saat liburan bersama anak dan melihat ada miniatur sepeda motor terbuat dari kayu. Dari sini saya kemudian berpikir untuk membuat miniatur motor dari besi dan barang-barang bekas lainnya yang masih ada di rumah ini,” kata pria yang juga pemilik bengkel las di desanya ini.
Awalnya, lanjut Ngatmuin, ia mengaku bingung harus memulai dari mana untuk memulai idenya membuat miniatur dari barang bekas tersebut. Pasalnya,  Ngatmuin berpikir bagaimana bisa membuat nyata miniatur yang akan ia buat nanti. “Pertama kali melakukan pembuatan sempat memikirkan terutama pembuatan mesin yang paling susah. Karena bahan, tak ada yang yang sama dengan mesin layaknya sepeda motor, sehingga saya pun membuat lilitan kabel sendiri yang saya bentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai mesin motor,” ungkap bapak 2 anak ini.
Bahan yang paling banyak dipakai, menurut Ngatmuin, adalah rantai kamprat atau rantai kecil yang ada di dalam mesin. Rantai kecil ini, aku Ngatmuin, digunakan untuk aksesoris motor atau ia gunakan disamping bodi miniatur sepeda motor tersebut. Untuk ban, Ngatmuin mengunakan klaker sehingga miniatur inipun tetap saja bisa jalan layaknya motor asli. “Pembuatan yang paling mudah adalah miniatur sepeda motor moge, kalau untuk sepeda motor biasa lebih rumit pembuatannya,” terangnya seraya menambahkan kalau pembuatan miniatur motor, seperti RX king dan lainnya ternyata lebih sulit dari motor gede.
Ngatmuin yang sudah 1 tahun menggeluti kerajinan miniatur motor ini mengatakan, untuk menghasilkan satu miniatur motor, ia membutuhkan waktu pengerjaan kurang lebih 3 hari lamanya. Lamanya pembuatan ini, menurut Ngatmuin, karena pembuatan yang paling penting adalah pembentukan bodi agar tidak sama dengan miniatur motor yang lainnya yang sudah jadi. “Kalau saya tak pernah membuat banyak, ya secukupnya bahan bekas yang dikumpulkan itu saja dan tambahan sedikit las untuk menggabungkan antara besi satu dengan lainya,” imbuhnya.
Meski hanya ia kerjakan sendiri, namun hasil karya Ngatmuin ini sudah merambah beberapa kota lain di luar Lamongan. Beberapa kota yang sudah merasakan indahnya miniatur motor karya Ngatmuin ini diantaranya adalah beberapa kota tetangga mulai Bojonegoro, Tuban dan Gresik. “Penjualan ke beberapa kota itu karena teman, hingga hasil karya saya tersebut dipesan 300ri teman ke teman,” akunya.
Ngatmuin juga tak mematok harga tinggi untuk hasil kreasinya ini, yakni hanya Rp. 200 ribu hingga Rp. 300 ribu saja untuk ukuran miniatur yang agak besar. “Kebanyakan pembeli memanfaatkan miniatur motor ini untuk hiasan di dalam rumah, untuk mempercantik ruangan,” pungkasnya.

Related posts